Cipayung – Cinere

Cipayung – Cinere

Matahari belum lagi muncul dengan penuh

Si bocah begitu antusias

Menunggu gerbang sekolahnya terbuka

Tepat 6 lebih 10

Cipayung – Cinere

Takmir masjid bersiap diri

Cek sound tes satu dua

Tiga kaleng siap sedia

Menunggu orang berbagi rezeki

Cipayung – Cinere

Manusia berebut jalan

Senggol kanan senggol kiri

Tiada peduli

Sedang jalan kepada-Nya pun tak setiap orang mau mengisi

Lagi, siapa peduli

Cipayung – Cinere

Telah menunggu rumah beradu

Membuka layar

Menatap citra baru

Aku belajar

read more

Berpuisi

Semburat Jingga Senja Mengingatkanku Padamu dan Pada-Mu

Untukmu yang di seberang sana. Mentari belum pula bercahaya, aku telah mengingatmu. Dalam riuh siang, ketika manusia menjadi mesin pencetak uang, aku tetap melihatmu. Sore menjelang, semburat jingga langit senja membawakan secawan rinduku padamu.

Untuk-Mu yang bahkan jauh lebih dekat dari urat leherku. Kewajibanku kepada-Mu kadang baru kutunaikan ketika mentari hendak menjelang. Dalam siang yang menyibukkan, aku bahkan melupakan-Mu. Langit jingga yang mengingatkan bahwa malam segera menyapa, aku abaikan, aku mengabaikan-Mu.

read more