Mengenang Angkutan Pedesaan Khas Klaten

Kol Kuning, Riwayatmu Kini

kol-kuning
http://www.solopos.com/2013/06/25/kenaikan-harga-bbm-ingin-naik-angkudes-di-klaten-ini-dia-tarif-baru-419536

Sekitar tahun 2003-2005, saya yang masih SD kala itu sering menggunakan sebuah moda transportasi umum berupa angkutan pedesaan. Di Klaten, kita lebih terbiasa menyebutnya “Kol Kuning.” Kata kol adalah jawanisasi dari kata Colt yang merupakan salah satu tipe mobil produksi Mitsubishi. Tipe mobil inilah yang digunakan sebagai armada berwarna kuning ini.

Orang jawa memang suka memudahkan penyebutan kata-kata asing yang aneh bagi lidah mereka. Jenis Colt lain ada yang berupa mobil bak terbuka. Kita orang Klaten lebih suka menyebutnya Kol Gundhul.  read more

Satu Dekade Gempa Jogja-Klaten

Cerita Tentang Hari Pertama

Tak terasa sekarang taggal 27 Mei. Tanggal dimana sepuluh tahun yang lalu terjadi sebuah kejadian yang tidak akan pernah saya lupakan. Kali ini saya akan mencoba menarasikan ulang sebuah kejadian yanng terjadi tepat sepuluh tahun yan lalu.

Sabtu, 27 Mei 2006

5:30 WIB

Saat itu saya masih kelas 1 SMP, waktu itu kalau tidak salah sedang musim libur untuk try out ujian siswa kelas 3. Tapi sabtu itu jadwal saya untuk masuk sekolah karena try out sudah selesai. Bapak dan ibuk saya mengira saya masih libur, karena adik saya yang baru kelas 3 SD itu juga sedang libur. Akhirnya saya gedandapan (terburu-buru) untuk segera shubuh, sarapan lau mandi. read more

Ini Rajanya Mie Ayam Se-Klaten!

Mie Ayam Legendaris di Klaten Dengan Potongan Ayam yang Tanpa Tedeng Aling-Aling

Selera
Mie Ayam Selera Tampak Dari Depan

Untuk masalah kuliner, Klaten itu sudah sangat terhegemoni oleh keberadaan Sop Pak Min. Kemanapun saya pergi, orang-orang yang mengetahui bahwa saya orang Klaten akan selalu ngobrol tentang sop tersebut. Padahal banyak juga jenis kuliner rakyat lain yang cukup patut untuk dibanggakan.  Salah satunya adalah Mie Ayam Selera yang bagi saya adalah mie ayam yang legendaris di Kota Bersinar ini.

Ingatan saya tentang kuliner ini setidaknya dimulai sekitar tahun 2005-an, ketika saya masih SD. Saya yang sejak kecil doyan sekali dengan mie ayam ini cukup penasaran dengan warung mie yang sangat sederhana namun selalu ramai di salah satu sudut Jalan Pemuda Klaten ini.  Sayang, saya tak bisa untuk segera mencicipinya pada tahun-tahun tersebut karena saya masih bocah dan rumah saya yang berada di pinggiran alias ndeso membuat saya tidak bisa begitu saja jauh-jauh dari rumah sekadar untuk sekadar makan mie ayam. read more

Pengalaman Membuat Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani di Klaten

Cukup Gampang dan Tidak Ribet namun Relatif Mahal

Bagi para pencari kerja biasanya Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani (SKSJR) ini menjadi salah satu syarat. Bagi yang belum pernah membuatnya di sini saya mencoba membagi pengalaman pribadi saya ketika membuat SKSJR di Klaten, tepatnya di RSJD dr. RM Soedjarwadi.

Membuat SKSJR ini tidaklah serumit yang saya bayangkan sebelumnya. Pertama, tentu harus datang ke Rumah Sakitnya dahulu, karena disyaratkan harus dari RS milik pemerintah maka saya memilih RSJD dr. RM Soedjarwadi ini yang lebih dekat lokasinya. read more

Dinasti Banteng di Klaten Bersinar

Catatan Seorang Pemilih Pemula: Babak Baru Politik Dinasti di Klaten (?)

Selasa (22/12) lalu pasangan Sri Hartati dan Sri Mulyani resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Klaten 2015. Hasil ini menjadi sejarah baru bagi Klaten yang akhirnya mempunyai sosok bupati seorang perempuan, tak cukup disitu, wakil bupatinya pun perempuan. Tidak banyak daerah yang dipimpin oleh duo perempuan seperti yang terjadi di Klaten ini.

Saya sangat mendukung semakin banyaknya perempuan yang ikut terlibat di ranah publik seperti ranah politik. Tidak ada masalah sama sekali bagi saya dipimpin oleh seorang bupati perempuan asalkan kinerjanya tetap bisa dirasakan dengan baik oleh masyarakat Klaten pada umumnya.  Saya sangat tidak percaya atas doktrin agama bahwa jika negara dipimpin oleh seorang perempuan maka tunggulah kehancurannya.  Ya kiamat itu pasti, tanpa perlu ada perempuan sebagai pemimpin pun itu tetap pasti. read more