Memaksimalkan Diri dengan Cinta dan Kekecewaan

Tulisan ini saya buat atas inspirasi dari Kyai Muzammil, Kyai cerdas asal Madura yang kini membangun perpustakaan di daerah selatan Yogyakarta. Penjelasan beliau tentang resep anti-kantuk tanpa kopi saya coba aplikasikan secara lebih luas pada kehidupan manusia.

Jika ada satu alasan yang membuat seoarng penakut menjadi pemberani, pemarah menjadi pemaaf, si keras hati menjadi orang yang lemah lembut, alasan itu adalah cinta. Begitulah orang-orang terdahulu, orang-orang hebat, menjalani kehidupannya dengan sangat hebat dengan bekal cinta yang teramat besar. read more

Berpuisi

Semburat Jingga Senja Mengingatkanku Padamu dan Pada-Mu

Untukmu yang di seberang sana. Mentari belum pula bercahaya, aku telah mengingatmu. Dalam riuh siang, ketika manusia menjadi mesin pencetak uang, aku tetap melihatmu. Sore menjelang, semburat jingga langit senja membawakan secawan rinduku padamu.

Untuk-Mu yang bahkan jauh lebih dekat dari urat leherku. Kewajibanku kepada-Mu kadang baru kutunaikan ketika mentari hendak menjelang. Dalam siang yang menyibukkan, aku bahkan melupakan-Mu. Langit jingga yang mengingatkan bahwa malam segera menyapa, aku abaikan, aku mengabaikan-Mu. read more

Ngaji Kitab Cinta Thauq Al-Hamamah karya Ibnu Hazm al-Andalusi

Pendahulan: Sebuah Risalah Cinta Era Andalusia

Begitulah cinta, deritanya tiada akhir. Begitulah Cupatkay menerjemahkan perjalanan cintanya.  Jika ada suatu hal yang bisa melemahkan sekaligus menguatkan seseorang, itu adalah cinta.  Namun bagaimana Islam memandang cinta? Tentu bagi yang sering mencari ilmu agama tentang cinta di dunia maya pasti akan akrab dengan kata-kata mencintai dalam diam, kemudian riuh rendah tagar #putusin aja, dan masih banyak lagi gimmick yang dipopulerkan ustadz-ustadz populer juga. Tak perlu saya sebut nama di sini, nanti dikira hate speech, eh.  Begitulah pandangan Islam populer tentang cinta dan hubungan jiwa antara dua insan manusia. read more

Surat Untuk Anida #1

Anida, dialah yang menjadi perhatian utamaku selama hampir setahun belakangan.  Kami saling mencintai, itu yang aku rasakan, dan kami yakin akan hal itu.  Dan kami pun serius menjalani cinta ini.  Tapi sungguh cinta itu tidak semudah motivashit ala ustadz-ustadz popular jaman sekarang.  Jika cinta, bilang ke walinya, dan menikah.  As simple as that. That’s why I called it a motivashitToo much simplification without knowing the real life circumstance.

Kami sadar, tidak sesimpel itu.  Kata cinta sudah terucap, lalu apa? Ya sudahlah, kita fokus kepada diri masing-masing untuk saat ini.  Sampai nanti aku dan Anida siap ketika waktunya datang. read more