Roy Essandoh, Pahlawan Sepakbola Paling Mustahil di Inggris*

From Zero to Hero, itulah gambaran sederhana seorang Roy Essandoh

Roy Essandoh adalah sosok pesepak bola yang mungkin tidak akan mungkin kita temui lagi di masa depan. Mungkin kemampuan mengasah bolanya masih kalah dengan pemain top modern, namun sebuah momentum yang dia alamilah yang sulit untuk bisa terulang lagi.

Roy Essandoh adalah seorang pesepak bola keturunan Ghana asal Irlandia Utara lahir pada 17 Februari 1976. Mengawali karier sepak bola pertamanya di usia 18 tahun di sebuah klub Liga Primer Skotlandia, Motherwell F.C. Sempat bermain sejenak untuk klub Skotlandia lainnya, East Fife F.C, Essandoh kemudian bermain untuk klub Liga Primer Finlandia, VPS Vaasa.

Kesempatannya untuk tampil di kompetisi sepak bola tertua di dunia, Piala FA di Inggris, hadir bagai sebuah takdir yang memang tak bisa dia tolak. Wycombe Wanderers, sebuah klub dari liga kasta ketiga di Inggris akan melawan Leicester City, klub Liga Primer Inggris, dalam laga perempat final Piala FA. Pada saat itu Wycombe sedang mengalami krisis pemain karena badai cedera yang sangat parah. Saking parahnya memaksa pihak klub membuat iklan teks di TV untuk mencari seorang pemain bola yang fit dan tidak terikat oleh klub peserta Piala FA mana pun. Mengetahui iklan ini, agen dari Essandoh menghubunginya, singkat cerita Essandoh masuk kedalam skuat cadangan Wycombe melawan Leicester.

Pertandingan perempat final Piala F.A antara Wycombe dengan Leicester itu sangat alot, hingga menit akhir skor masih imbang 1-1 yang membuat sang manajer memasukkan Roy Essandoh. Hingga datang sebuah kesempatan di depan gawang, Essandoh berhasil menyundul bola masuk ke gawang Leicester setelah mendapat umpan sundulan dari rekannya. Gol dari Essandoh ini cukup untuk membuat Wycombe maju ke babak semi final, dan membuatnya menjadi pahlawan bagi Wycombe yang untuk pertama kalinya akan berlaga di Wembley melawan Liverpool.

Roy Essandoh, an One Match Hero

Meskipun Wycombe akhirnya kalah di laga semi final, pencapaian ini menjadi sebuah prestasi tertinggi bagi klub yang baru masuk ke liga profesional di tahun 1994 ini. Gol yang dibuat Essandoh pun mendapatkan penghargaanya sendiri sebagai momen terbaik ke 76 di ajang Piala FA. Prestasi Wycombe dan Essandoh di Piala FA tahun 2001 ini pun dianggap sebagai sebuah dongeng yang nyata terjadi. Essandoh sendiri tidak bertahan lama di Wycombe, di akhir musim dia dilepas oleh klub dan berpindah-pindah klub yang berada di kasta bawah liga Inggris.

Memang karier Essandoh tidaklah begitu cemerlang, bahkan liga tertinggi yang pernah ia mainkan hanya di divisi ketiga liga Inggris. Namun momentum pada laga Piala FA melawan Leicester di tahun 2001 itu nampaknya sangat sulit untuk terulang kembali di era sepakbola modern ini. Statusnya kala itu sebagai pemain “cabutan” berhasil mengantarkan Wycombe melaju ke semi final Piala FA, sekaligus menempatkannya sebagai “The Most Unlikely Hero in English Football History.”

*dikembangkan dari artikel The Guardian “The Joy of Six: Unlikely Football Heroes