Pengalaman Dua Tahun “Sesat” Bersama HDEO

Februari lalu tepat dua tahun usia vixi merah saya. Sejak awal mau beli motor saya sudah kepikiran untuk menggunakan oli yang sebenarnya sama sekali bukan untuk motor, yaitu Oli Diesel atau yang lebih dikenal sebagai HDEO (Heavy Duty Engine Oil). Sesuai namanya oli ini sejatinya diperuntukkan kendaran bermesin diesel mulai dari mobil hingga truk tronton.

Seingat saya, saya hanya beberapa kali menggunakan oli Yamalube yang merupakan gratisan selama awal setelah pembelian motor. Setelah itu saya pun berburu oli sesat ini, dan bertemulah saya dengan Mobil Delvac MX, atau yang lebih popular dikalangan HDEO Lovers sebagai MDMX.

Perlu diketahui saya bukan maniak otak-atik motor. Semua masalah permesinan saya serahkan sepenuh kepada para montir dibengkel. Begitu pula masalah oli ini, saya hanya beli olinya di toko oli mobil dan kemudian menyerahkannya pada bengkel. Yang saya tahu adalah motor enak dipakai.

Dan ternyata memang perubahannya cukup terasa.  Sulit untuk menggambarkan perbedaan antara sebelum dan sesudah memakai HDEO. Saya menyebutnya lebih “lenyer”, ini bahasa jawa saya belum menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Semenjak itulah saya setia memakai MDMX dan melakukan penggantian setiap 3000 KM.

Setelah hampir dua tahun, maka kemarin saya mencoba berpaling ke oli HDEO lain, Shell Rimula R4. Oli ini juga favorit HDEO Lovers selain MDMX. Setelah mengganti dengan R4X ini saya merasa lebih enak sedikit ketimbang MDMX. Lebih “lenyer” begitu deh.

Sekali lagi ini pengalaman sebatas feeling saya saja. Sebenarnya akan lebih bagus dilakukan pengecekan mesinnya, alias dilakukan pembongkaran terutama dibagian gear box. Tapi sekali lagi saya untuk masalah motor memang sangat culun, jadi ya kok agak males ngurusi begituan hehe. Mungkin kalau ada yang mau bantu bongkar-bongkar mesin gratis boleh juga.

Secara keseluruhan saya puas dengan “kesesatan” saya ini. Alhamdulillah saya istiqomah untuk tidak kembali kepada jalan oli yang benar. Tidak percaya? Coba sendiri.