Nietzsche, Kebebasan, dan Kedewasaan

Sebuah Konsekuensi

family-holding-thier-son

Enak rasanya jika bisa tumbuh dewasa dengan mudah dan indah, beberapa orang mungkin mengalaminya. Kenyataannya, jalan kebanyakan orang untuk tumbuh dewasa -jalan untuk menjadi seperti apa yang diinginkan- sangatlah menakutkan dan berliku.

Nietzsche sering menceritakan kisah hidupnya layaknya sebuah kisah fiksional penuh petualangan. Salah satu hal yang bisa diambil adalah untuk berani menghadapi kesulitan. Menurutnya, sangatlah normal untuk mengalami kesulitan dalam proses tumbuh dewasa, mencapai kebebasan.

Yang penting untuk selalu disadari adalah, kebebasan melibatkan pemisahan (separation). Kita diharuskan meninggalkan hal-hal yang disayangi, dan meninggalkan hal tersebut sangatlah berat hingga membuat kita seperti sedang melawannya, untuk sementara. Melakukan hal tersebut akan terlihat seperti orang yang jahat dan tak berperasaan, meskipun kita tak bermaksud seperti itu.

Terkait hubungan orang tua dan anak, ini adalah pelajaran yang sangat berat namun sangat berarti. Akan ada masa ketika seorang anak terasa seperti menolak (reject) orang tuanya dan segala hal yang diperdulikan oleh orang tuanya. Ini bukan karena sang anak yang membenci orang tuanya, tapi karena sesungguhnya sang anak yang sangat menyayangi orang tuanya. Untuk memperoleh kebebasan dalam artian menjadi manusia yang independen, seorang anak perlu untuk melepaskan diri.

Melepaskan diri ini merupakan proses yang penting. Ketika kita lahir, kita telah mendapat mukzizat luar biasa bernama orang tua. Ketika kita kehausan, kita merengek, seketika susu baik dari payudara sang ibu ataupun dari botol telah tersedia di depan mulut kita. Ketika kita kedinginan, kita merengek, seketika selimut hangat telah menahan udara dingin dari tubuh kita. Untuk menuju kedewasaan dan menjadi independen, memutuskan semua kemudahan yang di dapat secara take-it for granted adalah sebuah keharusan.

Bagi seorang anak yang sangat menyayangi orang tuanya, melepaskan diri dari ikatan penuh kasih sayang itu akan sangat berat. Sebegitu beratnya hingga untuk beberapa waktu, apa yang dilakukannya untuk melepaskan diri terasa bengis dan kejam bagi orang tuanya.

-Sedikit parafrase dari “Life Lessons from Nietszche”, Chapter 4, loc 418-425