Mutasi dari Askes ke BPJS? Begini Caranya

Askes adalah salah satu benefit yang didapatkan oleh PNS beserta anggota keluarganya. Pemerintah menanggung biaya Askes pagi Istri/Suami PNS, dan maksimal tiga anaknya. Khusus untuk anak, hanya sampai usia 21 tahun atau jika masih melanjutkan pendidikan bisa sampai 25 tahun. Lalu bagaimana setelah Askes anak tidak mendapat tanggungan dari pemerintah lagi?

Satu-satunya jalan adalah untuk mendaftar BPJS secara mandiri. Untuk mutasi/perpindahan dari Askes ke BPJS ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, berikut saya bagikan pengalaman saya.

http://sp.beritasatu.com/home/pekerja-ingatkan-askes-tak-kurangi-pelayanan-dan-manfaat-peserta-jamsostek/46964

Perlu diketahui bahwa untuk mutasi tidak bisa dilakukan secara online, harus langsung datang ke Kantor BPJS setempat. Jika anda melakukan pendaftaran online maka akan anda dapati status anda sudah terdaftar meskipun belum pernah mendaftar BPJS, hal ini karena database Askes dimasukkan ke dalam BPJS. Itulah sebabnya anda perlu melakukan mutasi langsung ke kantor BPJS.

Agar tidak bolak-balik, seperti saya yang sampai 3 hari untuk bolak-balik mengurus syarat sebaik dipersiapkan betul apa saja yang perlu di bawa. Dari pengalaman saya, berikut ini adalah berkas yang perlu dipersiapkan.

  1. Fotokopi KK beserta aslinya
  2. Fotokopi KTP
  3. Fotokopi kartu Askes seluruh anggota keluarga, bapak, ibuk, adek, kakak, pokoknya Askes semua anggota keluarga yang menjadi tanggungan PNS tsb.
  4. Foto berwarna 3×4 1 saja
  5. Fotokopi buku tabungan, saat ini BPJS bekerjasama dengan BNI, Mandiri, dan BRI

Jika semua syarat di atas sudah siap, maka langsung bisa ke kantor BPJS terdekat. Karena saya berada di Klaten, saya menuju kantor BPJS Klaten yang kini berada di Jl. Ki Ageng Gribig, tepatnya di depan kantor kelurahan Gergunung.

Setibanya di lokasi, mintalah formulir 2 kepada petugas yang ada. Isi semua formulir sesuai contoh, biasanya dilokasi ada contoh pengisian yang benar. Jangan lupa untuk mengikuti antrean yang tersedia. Jika anda datang diatas jam 8 pagi, hampir dipastikan anda akan mengantri lama. Ada dua kali antrean, pertama anda mengantri untuk dilakukan virifikasi berkas. Jika dinyatakan lengkap maka anda dipersilakan untuk mengambil nomor antrian untuk melakukan mutasi. Kantor BPJS buka jam 7.30, usahakan datang sebelum jam tersebut. Bahkan Jam 6.30 kadang sudah ada yang mengantri.

Nanti setelah anda dipanggil petugas yang berada di dalam, data anda akan dicek. Petugas akan menanyai beberapa pertanyaan seperti status dan nama institusi pendidikan terakhir. Pada tahap ini anda akan dibuatkan virtual account yang akan digunakan sebagai nomor pembayaran iuran bulanan BPJS anda. Setelah mendapat nomor virtual account, anda akan diminta untuk membayar iuran terlebih dahulu lalu membawa bukti pembayaran kembali untuk dilakukan pencetakan kartu.

Kalau saya melakukan pembayaran melalui ATM BNI. Caranya adalah dengan memilih menu pembayaran, pilih BPJS, masukan nomor virtual account anda, lalu masukan nominal pembayaran sesuai yang diintsruksikan petugas. Jika sudah, simpat baik-baik bukti pembayaran lalu datanglah kembali ke kantor BPJS.

Letakan berkas dan bukti pembayaran anda ke tempat yang disediakan petugas, atau jika bingung bilang saja ke satpam atau petugas yang ada untuk melakukan pencetakan kartu BPJS. Setelah giliran anda, petugas akan memberi tahu beberapa ketentuan tentang BPJS yang mungkin sudah anda ketahui sebelumnya, ya namanya SOP jadi tetap harus dijalankan. 😀

Untuk kasus saya, saya mendapatkan e-id BPJS yang ternyata menggunakan kertaas HVS biasa, tidak layaknya Kartu BPJS pada umumnya yang bahannya mirip kartu SIM/ e-ktp. Saya diminta untuk melaminating sendiri e-id tersebut agar tidak rusak. E-id ini berlaku sama seperti kartu tanda peserta BPJS pada umumnya. Saya agak kecewa sih sebenarnya, Kartu BPJS masa hasil print manual pakai kertas hvs lagi, itupun masih disuruh untuk dilaminating sendiri. Entah apakah memang bagi peserta yang mutasi dari Akses dapatnya seperti itu atau memang sekarang semua kartu BPJS hanya menggunakan e-id seperti itu.

Begitulah cara mutasi Askes ke BPJS sesuai pengalaman yang saya lakukan sendiri. Beda tempat mungkin beda juga syarat dan ketentuannya. Segera daftarkan diri anda ke BPJS karena meskipun banyak permasalahannya, BPJS masih cukup membantu ketika sakit nanti. Tentu saya berharap kita bisa sehat selalu, kalaupun kita sehat selalu iuran kita insya’Allah adalah sodaqoh bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit. Jadi jangan merasa rugi membayar iuran bulanan namun tak pernah sakit. 😉

  • Mau tanya dong, kalau mutasi gitu, askes asli yg sudsh tidak berlaku tetap harus dibawa? Kalau hilang gimana yaaa apakah bisa tetap mutasi ke bpjs? Ini mutasinya baru2 ini apa sudah lama? Karena yg saya tahu kalau bikin bpjs baru, bayar virtual account nya 2 minggu setelahnya… kalo ini kok bisa sehari ya? Makasii

    • Iya dibawa, kalau hilang kurang tau, mungkin bisa asal tau nomor askesnya karena nomor askes itu akan jadi nomor bpjs. Untuk lebih pasti langsung datang ke kantor bpjs terdekat saja.

  • firman

    Sebelum nya maaf apakah untuk mutasi dari Askes ke BPJS harus bayar lagi, sedangkan tiap bulan sudah di potong untuk pembayaran iuran Askes? Mohon penjelasannya ?