Ini Rajanya Mie Ayam Se-Klaten!

Mie Ayam Legendaris di Klaten Dengan Potongan Ayam yang Tanpa Tedeng Aling-Aling

Selera
Mie Ayam Selera Tampak Dari Depan

Untuk masalah kuliner, Klaten itu sudah sangat terhegemoni oleh keberadaan Sop Pak Min. Kemanapun saya pergi, orang-orang yang mengetahui bahwa saya orang Klaten akan selalu ngobrol tentang sop tersebut. Padahal banyak juga jenis kuliner rakyat lain yang cukup patut untuk dibanggakan.  Salah satunya adalah Mie Ayam Selera yang bagi saya adalah mie ayam yang legendaris di Kota Bersinar ini.

Ingatan saya tentang kuliner ini setidaknya dimulai sekitar tahun 2005-an, ketika saya masih SD. Saya yang sejak kecil doyan sekali dengan mie ayam ini cukup penasaran dengan warung mie yang sangat sederhana namun selalu ramai di salah satu sudut Jalan Pemuda Klaten ini.  Sayang, saya tak bisa untuk segera mencicipinya pada tahun-tahun tersebut karena saya masih bocah dan rumah saya yang berada di pinggiran alias ndeso membuat saya tidak bisa begitu saja jauh-jauh dari rumah sekadar untuk sekadar makan mie ayam.

Kesempatan ini baru saya dapatkan ketika saya SMA, syukurlah saya SMA yang agak kota jadi bisa mlipir sedikit. Pertama kali saya mencoba saya sudah berkata dalam hati, “fix, ini mie ayam paling enak!” Tak heran setelah itu, Mie Ayam Selera menjadi rujukan utama ketika ada kawan yang ulang tahun atau sekadar untuk menuruti nafsu makan Mie Ayam demi mengobati kejenuhan soto kantin sekolah.

Mie Ayam Selera ini sekilas sama dengan mie ayam pada umumnya.  Warung yang sederhana, dengan gerobak khas berisi kompor, mangkok, botol bumbu, mie, sawi, dan peralatan memasak lainnya. Namun saya yakin Anda akan terkesima sejak pada pandangan pertama mie ini dihidangkan. Saat pertama, yang akan anda perhatikan adalah potongan ayamnya yang luar biasa!

Namanya juga Mie Ayam, maka daging ayamnya menjadi penilaian utama bagi saya. Sejauh umur saya ini, belum pernah menemukan mie ayam yang sangat “kendel” dalam porsi ayamnya kecuali Selera. Potongannya sangat besar, dan banyak! Dengan hanya menggunakan mangkok Jago, banyaknya mie dan besarnya porsi daging ayamnya membuatnya tampak seperti hendak meluber, kalau kata Jupe, “Sampai tumpeh-tumpeh!”

Selera1
Potongan Daging Ayam Yang Sungguh Berani!

Maka dari itu, kalau Anda seperti saya, suka memakan bagian paling enak dari suatu makanan di akhir atau sebagai “gong”, saya sangat tidak menganjurkannya di Mie Ayam Selera ini. Yang terbaik adalah mencicil makan ayam bersamaan dengan mie, karena meski dengan cara ini pun mienya akan habis duluan dibandingkan ayamnya, sehingga kita masih punya “gong” yang sangat cukup.

Tidak sekadar porsi daging yang banyak, dari segi rasa, Mie Ayam Selera juga sangat layak diperhitungkan untuk dinobatkan sebagai mie ayam terlezat dalam sejarah permie-ayaman.  Saya sendiri berada di kubu penggemar mie ayam manis, dan Selera sangat pas derajat kemanisannya.  Bagi anda yang berada di kubu mie ayam asin, mungkin nantinya akan kurang suka dengan rasanya, tapi melihat porsi mie dan ayamnya, Selera tetap layak untuk di coba.

Bagi saya Mie Ayam Selera tidak hanya memuaskan perut namun juga ramah di kantong.  Satu mangkok mie hanya dibanderol Rp. 8000 saja.  Saya banyak menjumpai mie ayam dengan harga lebih mahal namun dengan kualitas rasa yang masih di bawah Selera dan yang jelas, porsi daging ayamnya itu masih belum ada yang mengalahkan.  Di tambah satu tahu bakso yang tidak kalah enak dan segelas Teh Manis Hangat, saya hanya perlu mengeluarkan Rp. 12000 saja. Harga yang murah jika dibandingkan kualitas mie ayam yang didapatkan.

Jika Anda sudah “ngeces” membaca tulisan ini, silakan berkunjung ke warung Mie Ayam Selera yang sejak medio 2014 lalu pindah ke Jalan Pramuka, dari sebelumnya di Jalan Pemuda. Dari mana pun posisi Anda, silakan cari BRI Pusat Klaten yang berada di Jalan Pemuda, di pertigaan BRI Klaten belok kiri dan lurus terus sampai sebelum perempatan Polres Lama, Mie Ayam Selera berada di kanan jalan.  Selera buka sekitar jam 9.30, kalau hendak datang ke sana jangan terlalu sore jika tidak mau kecewa karena sudah habis.  Selain itu sebisa mungkin hindari jam makan siang, karena warung akan sangat ramai, dan dengan ruangan yang tidak sebegitu luas itu bisa Anda bayangkan sendiri peluh yang bercucuran akibat udara dan mie yang panas.

Kalau yang tidak tahu Klaten atau takut sendirian ke Mie Ayam Selera, silakan hubungi saya.  Saya siap sedia meninggalkan apa saja yang sedang saya kerjakan demi semangkok Mie Ayam Selera gratis. Tapi kalau yang ngajak mbak-mbak dan sendirian, saya bayarin deh, tenin wes!