Ig Nobel Prize, Penghargaan Untuk Penelitian-Penelitian “Aneh”

Nobel Prize? Sudah Biasa, Ig Nobel Prize?

Pernah ga kepikiran kenapa burung pelatuk tiap hari jedotin kepala ke pohon tapi ga pusing dan ga perlu beli paramex? Ternyata berdasarkan sebuah penelitian, woodpecker atau burung pelatuk memiliki otak yang sangat rapat dengan tengkoraknya, terutama di bagian depan. Mungkin orang sering kepikiran hal-hal aneh yang sejenis, tapi sangat jarang yang kemudian tertarik untuk menncari tahu jawabannya.

Penelitian seperti yang diatas mungkin agak terdengar aneh dan mungkin ada yang berpikir, “penting banget penelitian kaya gitu?” Namun kalau kamu malah tertarik dengan penelitian-penilitan seperti maka ada sebuah wadah khusus untuk menghargai hasil-hasil penelitian tersebut, yaitu Ig Nobel Prize.

Tentu Nobel Prize sudah sangat umum kita jumpai, sebuah penghargaan untuk pencapaian yang begmanfaat di berbagai bidang ke ilmuan.  Marc Abrahams yang suka dengan penelitian-penlitian yang tidak mungkin terjadi pada tahun 1991 menciptakan acara ini, Ig Nobel Prize.  Sebuah penghargaan untuk penelitian yang membuat orang tertawa ketika mendengarnya, namun berfikir setelahnya.  Jadi saat pertama mendengar tentang penelitian tersebut orang akan tertawa, namun berhari-hari setelahnya akan terngiang terus penelitian tersebut.

Ig Nobel Prize ini memberi penghargaan di berbagai bidang layaknya Nobel Prize yang asli.  Dalam acara penghargaan tersebut bahkan melibatkan para Nobel Laureates (pemenang Hadiah Nobel).  Acara yang mungkin terdengar konyol dan lucu-lucuan doang ini aslinya di isi oleh para akademisi dan peneliti sungguhan.

Lalu penelitian seperti apa yang telah memenangkan Ig Nobel Prize ini? Ternyata banyak sekali penelitian yang sungguh-sungguh tak terbayangkan sebelumnya, mungkin tidak berlebihan kalau ada yang bereaksi, “kurang kerjaan banget!”  Lihat saja pemenang Ig Nobel di bidang fisika tahun 2015 yang menemukan bahwa semua mamalia dengan berat di atas 3KG kencing sampai habis dalam waktu 21 detik, plus or minus 13 detik.  Jadi mereka menyebutkan bahwa tikus curut yang mungil itu pipisnya sama waktunya dengan gajah yang bengkak badannya.  Katanya rahasianya adalah gravitasi bumi.  Jadi smakin tinggi seekor mamalia tentu daya gravitasi yang membantu air kencing itu turun akan semakin tinggi.  Gimana kurang kerjaan banget kan?

Namun sebenarnya tidak semuanya tidak bermanfaat sih, walaupun hampir semuanya nampak seperti penelitian yang dilakukan oleh peneliti kurang kerjaan atau kehabisan proyek.  Salah satunya pemenang Ig Nobel Prize di bidang medicine tahun 2015 lalu.  Eksperimen yang dilakukan adalah meneliti manfaat biomedis dari ciuman, sebenarnya bukan sekadar ciuman tapi intense kissing.  Ditemukan bahwa salah satu manfaatnya adalah mengurangi gejala alergi.  Nah ini baru ada manfaatnya, terutama buat saya.

Dan lagi saya ingatkan, semua penelitian itu bukan penelitian main-main.  Eh, maksudnya bukannya ga dilakukan secara serius, tapi benar-benar mengikuti kaidah penelitian ilmiah.  Semua hasil penelitian ini juga sudah dipublikasikan ke jurnal-jurnal akademis internasional.

Yang saya suka dari Ig Nobel Prize ini pada acara penganugerahannya. Diadakan di Harvard, iya Harvard ini serius, dihadiri oleh ribuan orang.  Hebatnya lagi para ilmuan-ilmuan ini tidak segan untuk tampil nyleneh sesuai dengan konsep dari acaranya, tak terkecuali para pemenang nobel sungguhan yang turut hadir.  Sosok ilmuwan yang mungkin dikira sosok yang sangat serius ternyata bisa tampil kocak.  Selain itu ada juga hal-hal lain seprti Miss Sweetie Poo, sosok gadis kecil berumur 8 tahun yang akan berteriak, “Please stop, I’m bored!” ketika si pemenang berpidato terlalu lama atau pidatonya mulai membosankan.

Setelah beberapa kali menonton Ig Nobel Prize di Youtube, saya semakin sadar dengan kekuatan “first make people laugh, and then make them think“. Saya yang sebenarnya tidak begitu paham dengan konsep ilmu yang dibicarakan tetap bisa menikmati kekocakan penghargaan ini.  Pengen rasanya suatu saat nanti bisa hadir menonton secara langsung acara ini, ikut melempari ilmuan-ilmuan yang memang suka membosankan ketika berbicara ditempat umum, hahaha.

Untuk daftar pemenang Ig Nobel Prize dari 1991 hingga 2015 bisa lihat di sini.  Kalau yang mau nonton streaming Penganugrahan Ig Nobel Prize bisa kunjungi channel ini.